Berita

Kabar seputar kegiatan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan

  • Seminar Sosialisasi Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Berbasis Data Spasial

    23

    Jakarta, (22/11). Tahun 2017 ini Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas telah menyusun rancangan Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Berbasis Data Spasial dengan mengambil studi kasus Kawasan Industri Prioritas Bitung dan sekitarnya. Maka dari itu dengan telah selesainya kajian ini, Direktorat TRP mengadakan seminar dengan mengundang direktorat lainnya di Bappenas untuk bersama-sama memahami sistem monev yang sedang dikembangkan Pusdatin Kementerian PUPR (Sistem Informasi Geografis Infrastruktur/SIGI) dan Direktorat Sistem dan Prosedur Pemantauan dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan (SPPEPP) Bappenas (e-Monev 3.1).

    Uke M. Hussein, Direktur TRP bappenas menjelaskan bahwa sistem monev yang dibangun melalui kajian ini masih berupa prototype (belum dalam bentuk sistem atau aplikasi; input data masih secara manual). Kajian tidak ditujukan untuk membuat sistem monev yang baru, melainkan mengisi/melengkapi sistem monev yang telah ada. Dengan demikian, tidak akan menambah beban  monev Kementerian/Lembaga. Sistem monev berbasis spasial ini dibuat compatible dengan sistem perencanaan dan penganggaran (KRISNA) yang dibuat oleh Bappenas. Jika ada K/L yang telah mengembangkan sistem monev berbentuk spasial, sepatutnya dapat diinformasikan dan dikembangkan sistem berbagai pakainya.

    Dalam e-Monev 3.1 yang dikembangkan oleh Direktorat SPPEPP Bappenas, dikatakan bahwa monev harus berbasis tematik, holistik, integratif, dan spasial (THIS). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian anggaran, menjaga kualitas output pembangunan, dan memberikan informasi laporan pemantauan yang mengedepankan pendekatan spasial secara holistik, dengan memperhatikan keterhubungan antar-sektor secara terintegrasi, serta fokus pada tematik tertentu.

    Sistem e-Monev 3.1 yang sedang disusun saat ini belum menampilkan hasil monev proyek pembangunan dalam format spasial dengan skala yang detail. Mekanisme monev spasial yang dikembangkan dalam kajian ini diharapkan dapat terintegrasi dan melengkapi format e-Monev 3.1.

    Sementara itu E-monitoring Online dan SIGI merupakan sistem monev yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR. E-monitoring Online dibangun oleh Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri, dan SIGI dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi. E-monitoring Online bertujuan untuk memantau pelaksanaan kinerja (capaian fisik dan penyerapan anggaran) secara online. Sedangkan SIGI menitikberatkan pada pemantauan kemajuan pelaksanaan proyek secara teknis dan fisik. Saat ini Kementerian PUPR sedang mencoba mengintegrasikan kedua sistem tersebut.

    Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa belum ada format mekanisme monev yang serupa dengan yang dirumuskan dalam kajian ini (menggunakan peta, dashboard, relatif detail dan dilengkapi foto oblique). K/L mengharapkan agar Kementerian PPN/Bappenas dapat mengintegrasikan berbagai sistem monev yang telah ada, termasuk yang dibangun oleh Kemenko Bidang Perekonomian dan Kantor Staf Presiden. [Subdit Infosos]

    Tags:

Komentar

Beri Komentar