Berita

Kabar seputar kegiatan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan

  • Kunjungan Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan Fakultas Geografi UGM

    23

    Jakarta, (31/1). Kasubdit Pertanahan Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas, Aswicaksana, menerima kunjungan Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Fakultas Geografi UGM yang berlangsung di ruang SS 1-2 Kementerian PPN/Bappenas pada Rabu (31/1).

    Kunjungan “HMGP mampir Ibukota” ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai tugas dan fungsi Kementerian PPN/Bapenas serta bagaimana perencanaan pembangunan berbasis kewilayahan disusun dan dilaksanakan.

    Dari sesi diskusi, beberapa poin penting yang dirangkum antara lain:

    • Konsep poros maritim tujuan utamanya adalah mempermudah transportasi logistik antar pulau untuk mengurangi kesenjangan antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dengan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Salah satu implementasi dari konsep poros maritim adalah konsep tol laut dengan mengembangkan pelabuhan hub dan feeder.

    • Pemilihan lokasi alternatif Ibukota Negara harus terbebas dari ancaman bencana dan berada pada titik tengah Indonesia.

    • Rencana pembangunan di Indonesia sudah mengakomodir pembangunan berbasis kewilayahan termasuk di dalam penyusunan RKP di setiap tahunnya.

    • Perencanaan pembangunan berbasis kewilayahan harus berdasarkan kerangka ekonomi makro. Kerangka ekonomi makro berdasarkan angka kemiskinan; pertumbuhan ekonomi; dan angka pengangguran.

    • Pembangunan kewilayahan harus bersifat holistik. Identifikasi pembangunan di suatu wilayah berdasarkan 17 sektor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan berbasiskan sumberdaya alam di wilayah tersebut.

    • Perencanaan pembangunan saat ini juga telah memperhatikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan menjadi mainstreaming dalam Rencana Kerja Pemerintah, termasuk mengenai pembangunan yang ramah terhadap disabilitas.

    • Saat ini sudah banyak Kementerian/Lembaga yang mempublikasikan laporan kinerjanya termasuk Kementerian PPN/Bappenas (sebagai contoh seperti Laporan Evaluasi Paruh Waktu RPJMN 2015-2019) melalui media sosial seperti laman dalam jaringan (website) sehingga masyarakat, termasuk mahasiswa bisa memantaunya. [Subdit Infosos]

    Tags:

Komentar

Beri Komentar